Koordinator Lapangan (Koorlap), Iwan Laisa dalam orasinya menyampaikan aksi ini merupakan kepedulian pemuda pemudi desa Rawajaya dan masyarakat Halmahera Utara umumnya terhadap bencana kemanusiaan gizi buruk yang terjadi di kabupaten Asmat, Papua.
Meskipun status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Asmat memang telah dicabut oleh pemerintah Kabupaten Asmat pada selasa (6/2) pekan lalu. Namun, bukan berarti permasalahan ini selesai, karena masalah gizi buruk masih terus menghantui kesehatan anak-anak Asmat terutama di pedalaman Papua.
“Kepedulian kita jangan hanya berhenti di sini, sebab masih banyak hal yang harus diperbuat untuk mereka di sana terutama untuk program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh sejumlah lembaga di pedalaman papua agar supaya kasus gizi buruk maupun kasus kasus yang lain tidak terulang kembali,” tutupnya.
Sementara itu, Divisi Pendidikan & Pembinaan KPRP Nanang Herman Halamury, mengatakan aksi yang berlansung hingga siang berhasil mengumpulkan Rp.3.790.000, dan nantinya dana tersebut akan di salurkan melalui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).
“Kita harus membersihkan pikiran, mengamalkan cinta kasih dan kasih sayang kita dengan tanpa syarat, tidak mengharapkan sesuatu imbalan, itulah jalan terbaik. Sebab membantu orang lain adalah membantu kita sendiri,”Katanya. (Humas)
![]() |
| Peduli: Aksi Gabungan SMT, KPRP, Hiberera dan AMI yang menamakan diri APMA di Tobelo |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar